Resume of Paper:
Pattern and Process in Regional Geography
MH Barlow & RG. Newton
Mc Graw Hill, Sydney (Australia & New Zealand)
Geography: Suatu studi tentang berbagai macam karakter dari tempat ke tempat di atas permukaan bumi sebagai tempat tinggal dari manusia.
Dalam mempelajari ilmu geografi ada 2 pendekatan yang dilakukan yaitu melalui pendekatan area ataupun fenomena.
Dua buah metode pendekatan yang dikenal dalam ilmu geografi yaitu:
- Systematical Approach
- Regional Approach
Systematical Approach : Mempelajari suatu fenomena yang terjadi di atas permukaan bumi atau daerah dalam suatu waktu tertentu dan menentukan hubungan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya.
Regional Approach: Mempelajari berbagai fenomena yang terjadi di satu daerah tertentu dalam suatu waktu tertentu, setiap daerah akan dibedakan dengan fenomena yang khas.
Definisi dan Karakteristik Suatu Daerah
Bagi seorang geographer, area adalah daerah apapun yang terdapat di permukaan bumi yang mempunyai dimensi dan berdiri sendiri tanpa memperhatikan keunikan masing-masing. Contohnya: Afrika adalah bagian utara ekuator, setengah bagian timur adalah pulau utara New Zealand.
Sedangkan region adalah hanya daerah yang telah terseleksi yang mempunyai keunikan tersendiri misalnya: gurun sahara di Afrika, plat teknotik di New Zealand, masing-masing mempunyai keunikan tersendiri yang berbeda dengan region lainnya.
“Semua regions adalah “pieces of area” dan mempunyai area, tetapi tidak semua area adalah region”
Dapat disimpulkan sbb.:
- Region adalah suatu area yang mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan region lainnya
- Perbedaan atau keunikan ini bukan dikarenakan pada ukuran atau kompleksitas atau kepentingan tetapi merupakan hasil dari kombinasi yang unik dari suatu fenomena pada suatu daerah tertentu.
- Region tidak terbatas pada ukuran tetapi ditentukan pada karakteristik, atau fitur atau problem yang terdapat pada area tersebut.
- Region adalah suatu wilayah yang homogen.
Esensi Karakteristik dari Suatu Region (Wilayah)
Region (wilayah) adalah mental constructs atau suatu konsep intelektual yang digunakan untuk mempresentasikan keadaan suatu area oleh seorang geographer.
Region (wilayah) tidak terbatas ukuran, karena tidak terbatas ini maka ukuran dari suatu region tergantung pada masing-masing pembuat keputusan, bisa saja berdasar dari keunikan suatu region, tingkat kedetilan suatu hal yang terpaut dalam studi tersebut, juga tergantung pada pertimbangan suatu fenomena. Seperti contohnya, tidak ada satupun geographer yang setuju tentang batas yang pasti dari Corn Belt dll. Subjektifitas sangat berpengaruh dalam penentuan batas dari suatu region.
Setiap Region (wilayah) adalah unik. Sesungguhnya jika mengacu pada lokasi di permukaan bumi maka setiap region adalah unik, begitu juga fenomenanya, tak ada satupun fenomena di suatu region akan sama persis dengan region lainnya. Membandingkan suatu multi fitur region akan sama seperti membandingkan setiap manusia di bumi, tentu sangatlah sulit.
Region mempunyai batas transisi, tentunya seperti diketahui bahwa permukaan bumi dimanapun tidaklah seragam dan berubah dari waktu ke waktu . Oleh karena batas antara satu region satu dengan lainnya tidaklah pasti tetapi melalui suatu batas transisi. Setiap fitur dari regional mempunyai transisi diantara keduanya yang secara sedikit demi sedikit berubah mengikuti fenomena dari masing-masing region. Misalnya, wilayah A merupakan peternakan domba, wilayah C adalah penghasil produk susu, maka wilayah B yang ada diantaranya adalah region yang masyarakatnya adalah peternak susu dan pembuat produk susu. Wilayah B ini yang dimaksud dengan wilayah transisi.
TIPE Region
Salah satu metode yang terkenal membedakan region karena fenomenanya yang menghasilkan karakter dari suatu daerah.
Single – Feature Region:
Identitas suatu daerah didapat hanya dari satu elemen saja , basic tool dalam systematic geografi.
Multi – feature Region :
Identititas atau keunikan suatu daerah didapat dari kombinasi beberapa elemen. Misalnya : bio-geographic regions merupakan kombinasi yang unik dari fenomena iklim, vegetasi, kehidupan binatang dan tanah.
Region Formal dan Fungsional
Region Formal pada dasarnya mengacu pada kesamaan, misalnya kesamaan politik, maka Indonesia adalah contoh region formal.
Region fungsional berdasar pada kegiatan yang terjadi di daerah central node atau region nodal, berdasar pada interaksi antara masing-masing fenomena.